Tumbuh Kembang Otak Balita Anda

Sebagai orang tua, kita semua ingin anak kita cerdas, sehat dan kuat. Kita ingin yang terbaik untuk buah hati kita dan ingin mereka tumbuh secara maksimal. Untuk mengerti bagaimana kita sebagai orang tua dapat membantu anak-anak kita untuk tumbuh menjadi anak yang cerdas, sehat dan kuat, penting bagi kita untuk mengerti tumbuh kembang tubuh dan otaknya, agar kita mengerti apa yang bisa kita lakukan untuk membantu mereka. Kali ini, mari kita pelajari tumbuh kembang otak balita dan apa yang bisa kita lakukan untuk memaksimalkannya.

Tumbuh kembang otak dimulai sejak bayi masih di dalam kandungan (masa-masa prenatal), dimulai sejak satu bulan pertama kehamilan, ketika otak dan urat saraf tulang belakang mulai terbentuk di dalam embrio. Di bulan ke-enam kehamilan, hampir semua dari milyaran neuron (sel saraf) yang ada di otak dewasa telah terbentuk, dan 250.000 neuron baru terbentuk setiap menitnya. Setelah neuron terbentuk, mereka dengan cepat bermigrasi ke daerah otak dimana mereka akan berfungsi. Neuron akan mulai bisa dibeda-bedakan untuk mengambil peranan yang lebih spesifik, dan mereka membentuk hubungan (sinaps) dengan neuron lain yang membantu mereka berkomunikasi dan menyimpan informasi. Neuron terus membentuk sinaps dengan neuron lain di masa kanak-kanak. Saat kelahiran, kebanyakan neuron telah ditempatkan dengan tepat di dalam otak yang belum dewasa yang telah mulai untuk berbentuk dan berfungsi seperti otak dewasa.

Lebih lagi, perubahan yang signifikan dalam arsitektur saraf otak mulai terjadi setelah kelahiran. Baik sebelum dan sesudah kelahiran, “pendewasaan” awal hubungan otak mulai terjadi: neuron menciptakan lebih banyak sinaps dengan neuron lain dibanding yang akan dipakai oleh otak dewasa. Proliferasi sinaps ini menciptakan potensi yang besar bagi otak yang sedang berkembang, tetapi juga membuat otak yang masih muda tidak efisien dan “bising” dengan hubungan neuron yang berulang-ulang dan tidak dibutuhkan. Maka dari itu, proliferasi ini dengan segera diikuti dengan masa “pemangkasan” ketika sinaps yang jarang dipakai akan secara bertahap dieliminasi untuk mencapai jumlah yang dibutuhkan otak untuk bekerja secara efisien. Sinaps baru terbentuk saat yang lain dipangkas. Sejak kelahiran sampai sekitar usia 8 bulan, sinaps dibentuk dengan lebih cepat. Sekitar 1000 trilyun sinaps ada di dalam otak di usia 8 bulan.
Setelah ulang tahun yang pertama, pemangkasan terjadi lebih cepat. Di usia 10 tahun, seorang anak punya sekitar 500 trilyun sinaps, yaitu sama dengan kebanyakan orang dewasa. Pemangkasan akan terjadi hingga usia 12 tahun tetapi otak akan mempertahankan fleksibilitas untuk belajar di kemudian hari.

Pertumbuhan otak juga mengalami 3 fase yaitu fase pertambahan berat otak (0-2 tahun), fase pembelahan sel otak (2-3 tahun), dan fase myelinisasi (3-6 tahun) yang terus berlanjut sampai masa pertumbuhan berakhir. Pertumbuhan otak dipengaruhi oleh faktor keturunan dan nutrisi sementara perkembangan otak dipengaruhi oleh faktor keturunan dan lingkungan (stimulasi). Perkembangan otak dapat optimal bila didukung dengan pertumbuhan otak y ang maksimal dan juga faktor lingkungan yang mendukung seperti stimulasi.

Sebagai orang tua, kita bisa membantu memaksimalkan tumbuh kembang otak balita kita dengan hal-hal berikut ini:

  1. Memberikan nutrisi yang tepat. Seperti yang sudah dijabarkan di atas, pertumbuhan otak dipengaruhi oleh nutrisi. Pastikan Anda memberikan nutrisi yang tepat dan seimbang untuk tumbuh kembang otak anak Anda.
  2. Kembangkan hubungan yang hangat dan dekat dengan anak Anda. Tunjukkan kepada mereka bahwa Anda mengasihi mereka. Tunjukkan betapa bahagianya Anda akan kehadiran mereka. Bantu mereka merasa aman dan dikasihi.
  3. Meresponi anak Anda. Perhatikan ritme dan perilaku mereka, coba untuk mengerti apa yang mereka rasakan dan apa yang mereka beritahukan pada Anda.
  4. Sadari bahwa tiap anak adalah unik. Ingat bahwa sejak lahir tiap anak mempunyai temperamen yang berbeda, mereka tumbuh dengan kecepatan yang berbeda, dan jangan bandingkan anak-anak Anda. Punyai harapan yang positif akan apa yang mereka dapat lakukan dan pegang teguh kepercayaan bahwa tiap anak dapat menjadi sukses.
  5. Berbicara, membacakan cerita dan bernyanyi bersama.
  6. Biarkan mereka mengeksplorasi dunia mereka dan bermain. Anda bisa mengawasi dan membantu saat mereka membutuhkan, tetapi biarkan mereka mengeksplorasi dengan sendiri.
  7. Mendisiplin anak.
  8. Canangkan rutinitas yang dapat diandalkan.
  9. Batasi menonton TV. Batasi waktu yang anak Anda habiskan di depan televisi. Seleksi tipe acara yang mereka tonton, pastikan mereka menonton acara yang mendidik mereka.

(Resources: Shore, R. (1997).  Rethinking the Brain: New Insights into Early Development. New York, NY: Families and Work Institute, pp. 26-27; Thompson, Ross A. Development In The First Years Of Life, in the Future of Children Vol. 11, No. 1; Porter, Philips. Early Brain Development in Educarer.org; GUM literatures)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: